Selasa, 25 Februari 2014

The Man Of Fluctuation

Manusia adalah makhluk yang sempurna, yang dibekali oleh Allah berbagai kelebihan dibanding ciptaan yang lain. kelebihan tersebut seperti, kelebihan dalam berfikir, kelebihan mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan bentuk fisik. dan yang jelas kelebihan manusia yang lain yaitu manusia dikarunai oleh Allah sebuah keyakinan terhadap segala sesuatu yang bersifat benar. berbeda dengan hewan, ya mungkin kelebihan daripada hewan adalah mempunyai instink. dan kebanyakan hewan menggunakan instinknya hanya untuk menerkam mangsanya. 
bahkan menurut berbagai sumber manusia dengan malaikat derajatnya lebih tinggi manusia. hal ini dibuktikan pada manusia pertama yaitu Nabi Adam as. ketika Nabi Adam di turunkan kebumi, Allah memberikan pertayaan kepada para Malaikat tentang nama-nama benda. akan tetapi, para Malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan dari Allah. dan ketika Allah memberikan pertanyaan kepada Adam, Adam pun bisa menjawab pertanyaan itu, tentang nama-nama benda. sehingga pada saat itu Allah menyuruh para Malaikat untuk tunduk kepada Adam. inilah bukti bahwa mulianya manusia dimata Allah. selain bukti itu, yang menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk yang mulia dimata Allah adalah setiap manusia memiliki Iman, tauhid, akidah, akhlak, nafsu dan syahwat. Iman adalah raja dari beberapa hal itu. karena memang iman adalah pusat inti terbentuknya lima hal itu. bicara tentang iman jelas, bahwa tidak ada manusia yang memiliki Iman yang sempurna. yang selalu konsisten naik terus. mustahil jika ada. seorang guru, dosen, presiden beserta crewnya, para cendekiawan bahkan seorang ustad mustahil jika memiliki iman yang kuat. iman setiap manusia pasti naik turun. hal ini terjadi karena banyaknya pengaruh dari luar, godaan-godaan dari luar, ataupun datangnya cobaan pada setiap manusia itu sendiri. hal lain selain iman yaitu, emosi. emosi setiap manusia akan naik turun sesuai dengan keadaan yang dialaminya. kesabaran juga mengalami naik turun. mental, juga sama halnya mengalami naik turun. akidah, akhlak, tauhid bahkan cinta, rasa sayang itupun juga akan mengalami naik turun. sehingga saya sebut manusia sama dengan fluktuasi, atau "the man of fluctuation", yaitu segala sesuatu yang terjadi pada diri setiap manusia dimana terjadi perubahan naik turun pada diri manusia itu, baik itu bersifat maknawi atau indrawi dan berdasarkan situasi dan kondisi yang dialaminya pada saat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maju Teruss pokoknyaa..