pada zaman sekarang, dimana zaman era modern banyak orang yang lebih mementingkan kehidupan atau keuntungan pribadi dari pada mementingkan kepentingan orang lain. yang hasilnya banyak madhorot yang didapat baik itu dari pihak dalam maupun pihak luar.
sebagai contoh, yang dekat saja. dimana zaman sekarang banyak kasus korupsi yang melanda negara Indonesia. kalau bicara tentang sebab mengapa para pejabat korupsi, jelas bukanlah pendidikan yang menjadi faktor utama. kita lihat saja, para pejabat yang telah diplot menjadi koruptor, apa gelarnya, apa saja pengalaman yag telah didapat dikursi pengurusan, itu semua berbau pendidikan. akan tetapi pendidikan yang bagaimana yang perlu dipertanyakan. yaitu pendidikan yang kaitannya dengan akademik saja, dalam hal ini banyak pemikir menyebut dengan sebutan pendidikan formal. yang harus saya tegaskan, kenapa negara kita ini dalam urusan pendidikan terutama pada pendidikan yang manifestasinya disekolah, padahal kita tahu bahwa sekolah merupakan latar terciptanya pendidikan yang paling utama, yang selalu mengedepankan prestasi akademik saja, mengedepankan ilmu formal saja. memang akademik sangat diperlukan dalam ranah kehidupan. tapi apakah cukup, apakah memang yang paling dikedepankan. saya rasa tidak, karena kembali pada kasus banyaknya pejabat yang korupsi tadi. para pejabat yang sudah menuntut ilmu setinggi-tingginya, sudah mendapat gelar Doctor, Professor, bahkan sebagian ada yang sekolah diluar negeri, dengan tujuan hanya mencari gelar terbaik, yang lebih dari pada yang lainnya. tapi finishing dari tingginya ataupun luasnya ilmu yang sudah didapat itu, tidak digunakan atau dimanfaatkan dengan baik. dengan kata lain banyak para pejabat yang sebagai orang berpendidikan melakukan hal bodoh yaitu korupsi.
mencoreng nama baik negara dan meruntuhkan nasib masyarakat luas. inilah bukti bagaimana kesalahan pendidikan di negara ini, yang hanya menekankan pada dimensi akademik saja, pada dimensi intelektual saja. yang akhirnya banyak orang berpendidikan atau berintelektual berprinsip, bahwa materilah yang dicari, materi yang menjadi tujuan akhir dari hasil jeripayah pendidikan yang selama ini di arungi. dan akhirnya juga berdampak pada perilaku individualistik, atau perilaku non sosialistik. yang selanjutnya pada masalah keadilan, jiwa sosial saja tidak ada, apa mungkin keadilan juga ada. bagi banyak orang yang berpikir sangatlah mustahil.
negara atau pemerintah berdiri berarti harus sangat, sangat dan sangat bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat luas dan harus siap menghidupi, melindungi dan menata masyarakat luas.
maka dari itu pendidikan dinegara ini tidak hanya ditekankan pada akademik saja, tapi bagaimana caranya negara ini bisa membangun pendidikan yang berbasis emotional yang berkaitan dengan jiwa, perasaan, kepedulian, tanggung jawab, kedisiplinan dll yang ada kaintannya dengan emotional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar